https://betwin188.online/

4 Hal Yang Akan Kamu Alami Menjelang Wisuda Part 2

Siapa yang nggak senang ketika hari wisuda yang ditunggu-tunggu akhirnya datang? Inilah hari dimana kamu mengenakan toga dan samir, namamu disebut, dan dekan memberikan map ijazahmu. Orang tua duduk manis melihat anaknya resmi bergelar sarjana. Hati mereka bangga, kamu pun bahagia.

Tapi, di balik perayaan ini kamu sebenarnya harus menghadapi berbagai kenyataan. Nggak semuanya adalah hal yang mengenakkan. Apa aja sih kenyataan yang harus kamu hadapi itu? Berikut betwin188 merangkum caranya supaya kamu bisa menyintas tantangannya? Simak, yuk!

1. Kamu harus berani mengambil kendali penuh atas hidupmu

Semasa kuliah, kamu punya silabus dan berbagai diktat keliling yang mengatur apa saja yang harus kamu lakukan. Selepas wisuda, keduanya tak lagi relevan. Yang mengatur hidupmu adalah hatimu sendiri. Kamu harus menjadikan pengalamanmu di masa lalu sebuah panduan baru untukmu.

Ini bukan fase dimana kamu masih bisa telat datang ke kelas dan titip absen. Inilah fase dimana kamu harus memaksa dirimu disiplin. Bangunlah pagi-pagi untuk persiapan wawancara kerja. Pelajari skripsimu lagi agar tidak kagok saat ditanya pewawancara. Ketika kamu sudah merasa jumawa, ingat: kamu cuma fresh graduate yang belum jadi apa-apa.

2. Pastikanlah CV-mu benar-benar siap

Jangan tunggu sampai kesempatan datang. Siapkan dokumen yang kamu butuhkan sebelum mencari pekerjaan. Dengan ini, ketika ada lowongan yang kamu inginkan, aplikasimu sudah bisa siap. Perlu kamu tahu: CV adalah kunci pertama keberhasilanmu saat mencari pekerjaan yang kamu inginkan.

Berikan waktu tersendiri untuk membuat CV dan resume. Mau tahu apa saja yang harus kamu cantumkan di CV-mu? Biodata pribadi, prestasi akademik, keahlian khusus, dan yang terpenting: pengalaman yang relevan dengan tipe pekerjaan yang ingin kamu lamar. Kalau mau tahu lebih lanjut lagi, kamu bisa kok simak di artikel Hipwee yang ini.

3. Kemasi barang-barang di kamarmu. Tentukan nasib mereka satu-satu

Mengakhiri masa kuliahmu sering sama artinya dengan berkemas-kemas. Ya, kamu harus mulai membereskan barang-barang yang ada di kamar kost-mu. Ada magic jar, dispenser, lemari, tempat tidur, rak buku, ember, buku-buku, dan masih banyak lagi. Kamu mulai memikirkan mau diapakan segala barang itu. Mau dijual, diberi ke orang, atau dibawa pulang?

Hubungi deh teman seangkatan atau adik tingkatmu yang masih kuliah. Siapa tahu mereka membutuhkan barang-barang yang sekarang kamu punya? Berikan saja barang-barang itu ke mereka. Gratis! Tenanglah, kebaikan orang pasti mendapat ganjaran. Ketika mereka sudah sukses dengan pekerjaan masing-masing, bisa saja ‘kan mereka masih simpatik padamu dan memberimu tawaran kerja berharga?

4. Ingatlah: ada kehidupan baru yang menunggumu

Wisuda itu hanyalah tanda kamu resmi bergelar sarjana. Tidak mengikuti upacara wisuda juga tidak apa-apa. Yang penting kamu paham bahwa fase baru menunggumu di masa depan.

Kata orang, inilah fase hidup yang sebenarnya. Klise, ya? Tapi mungkin ada benarnya juga. Ini saat dimana kamu mesti menerima bahwa kamu sudah dewasa. Dan ada bagian dari hidup orang dewasa yang tidak pernah dibicarakan kita. Bagian itu adalah rasa bosan, rasa frustrasi, rasa marah karena merasa diri direndahkan lingkungan.

Maka dari itu, persenjatai dirimu dari sekarang. Setelah empat tahun mencari jati dirimu, kamu sudah menemukannya. Terimalah siapapun dia. Cintai jiwa yang ada di dalamnya. Dengan ini, ketika kamu tak mendapat pengakuan dari lingkungan, masih ada satu orang yang bisa menghargaimu: dirimu sendiri.

Itulah sebagian kenyataan yang harus kamu pahami menjelang wisuda. Semoga bisa membantumu mempersiapkan diri menghadapi semuanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *